MENGALAMI TUNTUNAN TUHAN DI DALAM KELUARGAKU

Yakobus 4:13-15
“Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”


Tuhan mau terlibat dalam kehidupan dan pergumulan keluarga kita, mulai dari perkara sehari-hari sampai pada keputusan-keputusan penting dalam keluarga kita. Allah mau menuntun kita dan menunjukkan jalan-jalanNya. Dia mau memberikan nasihat saat kita kekurangan hikmat dan membuka jalan saat kita mengalami kondisi yang buntu. Yang perlu kita lakukan adalah melibatkan Tuhan dalam segala perkara. Seringkali yang menjadi persoalan kita selanjutnya adalah bagaimana cara kita mengalami/mengerti tuntunan dan pimpinan Tuhan?

"Seringkali yang menjadi persoalan kita selanjutnya adalah bagaimana cara kita mengalami/mengerti tuntunan dan pimpinan Tuhan?"

Semuanya dibangun dan dimulai dari hati yang melekat kepada Tuhan. Ketika kita mencondongkan hati kita untuk selalu melekat kepada Tuhan, maka kerinduan untuk selalu mencari dan berada dekat dengan Tuhan pasti akan tumbuh dalam diri kita.

Doa
Tuhan Yesus, condongkanlah hati kami untuk selalu melekat kepada-Mu dalam situasi apapun. Berikan kami hati yang selalu haus dan rindu untuk berada dekat kepada-Mu. Roh Kudus, terangi mata rohani kami, agar kami dapat mengerti setiap kebenaran Firman-Mu, berbicaralah bagi kehidupan kami Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.

Related Posts:

MENGALAMI KEKUDUSAN TUHAN DI DALAM KELUARGAKU

Imamat 20:26
“Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku. “


Orang yang mengejar perkenanan Allah mencintai apa yang Allah cintai dan membenci apa yang Allah benci. Tuhan Allah kita membenci segala macam bentuk dosa, kejahatan, dan termasuk segala macam sikap hati yang bengkok, tidak lurus, tidak tulus dan tidak murni. Segala macam bentuk dosa, kejahatan, dan sikap hati yang salah akan mencuri damai sejahtera, merusak sukacita dan menghancurkan kasih Allah yang mengalir di dalam keluarga kita.

Memiliki kehidupan yang kudus dan bebas dari dosa adalah mungkin, sebab janji-Nya telah diberikan kepada kita:
Roh Kudus diberikan sebagai Penolong yang akan menolong kita dalam segala kelemahan kita untuk hidup di dalam jalan-jalan-Nya. (Yohanes 14:15-17, 25-26)

Yohanes 14:15-17
15) "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
17) yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Yohanes 14:25-26
25) Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
26) tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Selama kita membangun hidup kita di dalam Dia dan dalam pertobatan, maka setiap kesalahan kita akan diampuni-Nya. (1 Yohanes 1:9)

1 Yohanes 1:9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Dosa tidak boleh terus tinggal di dalam hidup kita dan keluarga kita, karena dosa yang tidak pernah dibereskan membuat kita tidak bisa mengalami Tuhan di dalam kehidupan kita.

Doa
Tuhan Yesus, Kami mau mencintai kekudusan dan membenci dosa. Kami mengakui segala pelanggaran dan dosa yang terdapat dalam keluarga kami yaitu …...
Tuhan, ampuni keluarga kami dari segala hal-hal yang kami lakukan itu, dan sucikan kami dari segala pelanggaran yang telah kami lakukan. Kami meminta pertolongan dan kuasa Roh Kudus untuk bekerja di dalam keluarga kami dan di antara kami. Kami mau hidup di dalam kekudusanMu, melakukan kehendak- Mu, dan menuruti perintah-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Related Posts:

MENGALAMI KASIH TUHAN DI DALAM KELUARGAKU

Yohanes 13:34
"Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi."


Allah adalah Kasih, melalui Yesus Kristus, Ia telah menyatakan kasih-Nya yang sempurna atas kita. Ia menerima kita apa adanya, mengasihi kita bahkan ketika kita masih berdosa dan jauh dari-Nya. Ia menghendaki supaya kita hidup saling mengasihi satu dengan yang lain.
Seringkali kita sulit untuk mengasihi orang lain, apalagi ketika terjadi gesekan, masalah, dan ketika kita disakiti/dilukai oleh orang lain. Tidak terkecuali oleh anggota keluarga kita sendiri. Justru perlakuan orang yang terdekat, jauh lebih menyakitkan hati kita, sehingga kita sulit untuk mengampuni dan memiliki hubungan yang pulih di dalam kasih Kristus.

Kasih dan sukacita Tuhan yang adalah tanda dari kehadiran Kristus di dalam keluarga, tidak akan sempurna kita alami, apabila kita tidak tinggal di dalam kasih. Allah ingin mengalirkan kasih-Nya tanpa hambatan ke dalam hati kita dan terus mengalir di antara setiap anggota keluarga kita. Jangan ijinkan kebencian, kemarahan, kesalahpahaman yang tidak terselesaikan serta kepahitan menghambat dan menghentikan aliran sungai kasih Allah ke dalam kehidupan keluarga kita.

Doa
Tuhan Yesus, kami membutuhkan kasih-Mu mengalir di dalam kehidupan keluarga kami. Pulihkan setiap hubungan yang rusak dalam keluarga kami. Dan berikan kepada kami hati yang lembut, kerendahan hati, saling mengerti di antara kami, agar kami semua terus tinggal di dalam kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Related Posts:

MENGALAMI KEHADIRAN TUHAN DI DALAM KELUARGAKU

Matius 18: 20
"Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Yeremia 29:12-14a
"Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah Firman TUHAN,"


Mezbah Doa dalam keluarga adalah “cara” untuk mengundang kehadiran Tuhan dan menjaga kehadiran Tuhan di dalam keluarga kita. Mezbah Doa dalam keluarga adalah bentuk penyembahan keluarga kita kepada Tuhan. Di mana kita:
• Menyembah Yesus
• Menyatakan bahwa Yesuslah satu-satunya Tuhan di dalam keluarga kita
• Menaikkan doa-doa kita
• Menanti-nantikan Firman-Nya untuk menuntun kehidupan kita

Mezbah Doa dalam keluarga bisa dilakukan oleh setiap orang dalam keluarga kita, baik secara pribadi maupun bersama-sama. Bahkan jika di dalam keluarga Anda, mungkin hanya andalah satu-satunya orang percaya, melalui Mezbah Doa yang anda bangun, keselamatan seisi rumah anda akan terjadi!

Doa
Tuhan Yesus, Engkaulah satu-satunya Tuhan yang disembah di dalam keluarga kami. Ampuni segala dosa dan kesalahan kami. Hari ini kami mengundang Engkau untuk hadir dan bertahta sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat bagi keluarga kami. Mewakili keluargaku, aku mengakui bahwa kami membutuhkan kehadiran-Mu di dalam kehidupan keluarga kami.
Hadirlah Engkau di dalam kehidupan keluargaku mulai hari ini dan seterusnya. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Related Posts:

TUHANLAH KEKUATANKU

Mazmur 28:8
“TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!“



Ziklag adalah tempat pengungsian Daud bersama dengan seluruh keluarganya dan keluarga tentara-tentaranya.  Ketika Daud dan bala tentaranya sedang berada tiga hari jaraknya dari Ziklag, gerombolan orang Amalek menyerbu dan menjarah Ziklag, mereka membakar seluruh rumah tinggal Daud dan tentara-tentaranya, serta menawan seluruh keluarga mereka.Mendapati kenyataan tersebut, maka Daud beserta seluruh tentaranya patah semangat (I Samuel 30:4), mereka menangis dan tenggelam dalam kesedihan mendalam. Situasi kemudian menjadi sangat emosional, karena dalam kesedihannya mereka mulai mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Daud menjadi sangat terjepit, karena seluruh tentaranya berbalik menyalahkan dan melawan dia. Menghadapi keadaan yang menekan itu, sangat menarik bahwa Daud kemudian MENGUATKAN KEPERCAYAANNYA KEPADA TUHAN (1 Samuel 30:5).

1 Samuel 30:3-6
3)Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan.
4) Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis.
5) Juga kedua isteri Daud ditawan, yakni Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu.
6) Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

Kemudian Daud mencari hadirat Tuhan dan bertanya kepada-Nya tentang apa yang harus dilakukan. Di  dalam hadirat Tuhan itulah Daud mendapatkan semangat dan pengharapan kembali, serta petunjuk untuk menentukan apa yang dapat dia lakukan. Kisah ini berakhir dengan kemenangan. Daud berhasil menyusul gerombolan itu dan mengalahkan mereka, serta membebaskan keluarga mereka yang ditawan bahkan Daud pulang dengan membawa jarahan.

1 Samuel 30:18-20
Daud melepaskan semua apa yang dirampas oleh orang Amalek itu; juga kedua isterinya dapat dilepaskan  Daud. Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka; semuanya itu dibawa Daud kembali. Daud mengambil segala kambing domba dan lembu; semuanya itu digiring mereka di hadapannya, serta berkata: “Inilah jarahan Daud.”

Inilah yang disebut sebagai TUHAN KEKUATAN UMATNYA.
Dalam hadirat-Nya, alamilah kekuatan Tuhan. Di dalam Tuhan selalu ada pengharapan dan selalu ada jalan  keluar, sebab di saat tidak ada jalan maka Tuhan sanggup membuat jalan.

Doa
Engkaulah kekuatan dan sumber kemenangan kami. Buat kami tidak pernah melupakan pertolonganMu ya Tuhan karena itu adalah sumber kekuatan kami. Dalam nama Yesus. Amin

Related Posts:

MENYELESAIKAN MASALAH DALAM HADIRAT TUHAN

Yosua 7:6 
"Yosua pun mengoyakkan jubahnya dan sujudlah ia dengan mukanya sampai ke tanah di depan tabut TUHAN hingga petang, bersama dengan para tua-tua orang Israel, sambil menaburkan debu di atas kepalanya."



Di bawah kepemimpinan Yosua, bangsa Israel mengalami kemenangan besar ketika mereka mengalahkan Yerikho. Tetapi, ketika harus berhadapan dengan kota yang lebih kecil, mereka kemudian menganggap enteng (Yosua 7:3-4), sehingga mereka dikalahkan oleh penduduk Ai dengan sangat mudah. Hal itu membuat mental seluruh bangsa menjadi runtuh (Yosua 7:5).

Yosua 7:3-5 
3) "Kemudian kembalilah mereka kepada Yosua dan berkata kepadanya: "Tidak usah seluruh bangsa itu pergi, biarlah hanya kira-kira dua atau tiga ribu orang pergi untuk menggempur Ai itu; janganlah kaususahkan seluruh bangsa itu dengan berjalan ke sana, sebab orang-orang di sana sedikit saja."
4) Maka berangkatlah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu ke sana; tetapi mereka melarikan diri di depan orang-orang Ai.
5) Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat.

Menghadapi situasi seperti itu, Yosua sebagai hamba Tuhan tidak memanggil jenderal-jenderalnya untuk rapat evaluasi. Tetapi Yosua mengoyakkan jubahnya, menaruh abu di kepala dan bersama dengan para tua-tua Israel bersujud dengan muka sampai ke tanah di depan tabut Tuhan (simbol hadirat Tuhan) sampai petang hari (Yosua 7:6).

Yosua memilih untuk menyelesaikan semua masalah dalam hadirat Tuhan. “HINGGA PETANG” berarti mereka tidak berhenti berdoa hingga Tuhan berfirman: “Bangunlah! Mengapa engkau sujud demikian?". Yosua bersama para pemimpin Israel mendapatkan hikmat tentang apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk memperoleh kemenangan.

Kunci dari kemenangan tertulis di Roma 8:31 sebagai berikut: Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
Karena itu pastikan setiap waktu bahwa kita berada di jalan Tuhan, sehingga Tuhan berada di pihak kita. Selesaikan semua masalah dalam hadirat-Nya!

Doa
Hadirat-Mu Tuhan yang memberikan sukacita, damai sejahtera dan kekuatan. Kami perlukan hadirat-Mu untuk menolong kami setiap hari. Waktu Kami masuk hadirat-Mu, kami menemukan kebaikan dan kesetiaan-Mu. Terima kasih Tuhan. Dalam nama Yesus. Amin

Related Posts:

MENYENANGI HADIRAT TUHAN

Mazmur 84:11
"Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik."


Bani Korah adalah penyanyi-penyanyi yang terpilih untuk melayani di Bait Allah (1 Tawarikh 6:22; 2 Tawarikh 20:19). 

1 Tawarikh 6:22, "Keturunan Kehat ialah Aminadab, anaknya, dan anak orang ini ialah Korah, dan anak orang ini ialah Asir,"
2 Tawarikh 20:19, "Kemudian orang Lewi dari bani Kehat dan bani Korah bangkit berdiri untuk menyanyikan puji-pujian bagi TUHAN, Allah Israel, dengan suara yang sangat nyaring."

Untuk mengalami kedalaman hubungan dengan Tuhan, maka Korah mengajarkan supaya umat Tuhan membiasakan diri MENYENANGI HADIRAT TUHAN. Cara untuk menyenangi hadirat Tuhan adalah dengan mengenali keuntungan berada dalam hadirat-Nya. Korah berkata bahwa orang yang senang berada dalam hadirat Tuhan akan mendapat keuntungan seperti yang  diuraikannya di Mazmur 84:11, yaitu:
• Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai;
• Kasih dan kemuliaan Ia berikan;
• Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

Daud sebagai orang yang menyenangi hadirat Tuhan memberikan kesaksian, Mazmur 65:5 "Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus."
Dalam hadirat-Nya, Daud bertemu dengan pribadi yang mengasihi, dan hal itu menenteramkan hati, memberikan semangat dan pengharapan yang baru, meneguhkan iman, itulah yang dikatakan Daud “kenyang dengan segala yang baik”.

Bila kita menyenangi Hadirat Tuhan, maka kita akan senang berlama-lama dalam hadirat-Nya, bahkan kita pasti tidak akan pernah melewatkan seharipun untuk berada dalam hadirat-Nya.

Doa
Jadikan hadirat-Mu menjadi tempat kesenangan kami ya Tuhan. Buat kami ingin berlama-lama dengan Engkau dan jangan biarkan kami tinggal di luar hadirat- Mu Tuhan. Dalam nama Yesus. Amin

Related Posts:

DENGAN TEKUN MENYEMBAH TUHAN

Daniel 6:17
Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: “Allahmu yang kau sembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!”


TEKUN artinya, melakukan perintah Firman Tuhan dengan disiplin. 
Melalui ketekunan Daniel, timbul ketetapan hati  (komitmen), resiko apapun tidak akan ada yang mengubah kesungguhannya untuk menyembah Tuhan. Tidak ada ruang dalam hidupnya terbuka untuk yang lain, selain Allah yang disembahnya. Bahkan kekuatiran dan kebimbanganpun tidak diberi tempat dalam hidupnya.

Ketekunan Daniel berbuah kehadiran, pembelaan dan pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya. Kedudukan Daniel tetap sebagai pejabat kerajaan, sekalipun raja Babel telah berganti beberapa kali. Padahal kedatangannya ke Babel adalah sebagai tawanan, bukan sebagai tamu kerajaan.  Bahkan ketika dia dimasukkan ke lobang singa karena menentang keputusan raja (yang melarang menyembah/memohon kepada dewa atau orang lain, selain Darius), Daniel pun selamat dari singa-singa kelaparan itu.

Ketekunan akan membuat kita dapat mengatasi segala kelemahan manusiawi kita dan memampukan kita melewati segala hambatan dan tantangan iman.

Wahyu 3:10
Karena engkau menuruti Firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

Doa

Ajari kami Tuhan agar tidak bergantung pada perasaan maupun situasi hidup kami dalam membangun kehidupan doa kami. Jadikan kami penyembah-Mu dan senantiasa memuliakan nama-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.

Related Posts:

MENCARI TUHAN

1 Tawarikh 16:11
“Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!”

“Mencari Tuhan” tidak bisa dijadikan sebagai usaha sambilan, tapi sebuah usaha yang menjadi prioritas, karena harus dilakukan dengan segenap hati. Dimensi yang terkandung dalam kata MENCARI adalah: memohon, mengingini, mencari tahu dan membutuhkan. Dengan demikian, jika kita berkata bahwa kita MENCARI TUHAN, maka hati kita harus dipenuhi dengan permohonan, kerinduan dan kebutuhan, serta keingintahuan yang berisi tentang bagaimana caranya dan apa yang harus dilakukan. 

Sesungguhnya, lebih sulit mencari jarum yang jatuh di tumpukan jerami daripada mencari Tuhan. Mengapa? Karena usaha yang kita lakukan hanya searah, yaitu diri kita sendiri yang aktif. Sedangkan jarum yang kita cari hanya diam di tempat di mana jarum itu terletak, sampai kita menemukannya. Berbeda dengan MENCARI TUHAN, sebab mencari Tuhan adalah usaha yang dilakukan dari dua belah pihak, yaitu Tuhan dan kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang mencari kita, Dia sendiri rindu menemukan kita (Lukas 19:10, "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."). Karena itu ketika kita menetapkan diri untuk mencari Tuhan, maka di saat itu kita pasti menemukan-Nya. Carilah Dia dengan segenap hati, ingini Dia, dan bangkitkan kebutuhan akan Dia dalam hidup kita.

Yeremia 29:13-14
"apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah Firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu  telah Kuceraiberaikan, demikianlah Firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu."

Doa

Ampuni kami Tuhan, kalau seringkali kami banyak alasan yang membuat kami tidak lagi mencari Engkau dengan sungguh-sungguh. Beri kami kerinduan untuk mencari Tuhan lebih lagi. Kami mengambil keputusan untuk menjadikan Engkau yang terutama dalam hidup kami. Amin!

Related Posts:

MERINDUKAN TUHAN

Mazmur 42:2-3
“Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? “

Youthers... Kerinduan adalah elemen utama untuk seseorang dapat membangun keintiman dengan Tuhan, karena dalam kerinduan ada perasaan kekosongan yang positif dalam jiwa yang menuntut pemuasan.

Dalam Wahyu 2:1-7, Rasul Yohanes diperintahkan oleh Yesus untuk menyampaikan teguran kepada jemaat di Efesus, yang telah meninggalkan “KASIH MULA-MULA”, yang artinya di dalam diri mereka sudah tidak ada lagi  KERINDUAN, sehingga tidak ada lagi keinginan yang kuat untuk menjalin hubungan, semua berjalan sesuai dengan kebiasaan. Kehidupan rohani tanpa kerinduan kepada Tuhan, hanya akan menjadi sekedar kegiatan agamawi, dan berorientasi hanya di seputar ritual, dan akan menghasilkan kemunafikan. Kemunafikan adalah rumah yang aman/safe house bagi segala macam dosa (Matius 23:14-15).

"Rindu" digambarkan dengan kehausan, seperti seekor rusa yang kehausan. Ketika seseorang mengalami kehausan, maka air menjadi barang yang paling berharga saat itu. Bila kita berada di padang pasir yang gersang, maka air akan menjadi lebih berharga daripada emas. Karena kita sadar bahwa kekurangan cairan bisa membahayakan hidup kita. Demikian juga tanpa Tuhan dalam hidup kita, kita akan berada dalam bahaya besar.

Ketika bangkit kesadaran bahwa hanya Tuhanlah yang kita perlukan, maka akan muncul kerinduan akan Allah.  Sehingga seberapa besar kesadaran itu ada dalam diri kita, maka sebesar itulah kerinduan kita akan Allah. Kondisi itulah yang digambarkan oleh penulis Mazmur ini, karena itu “SADARILAH” keadaan kita, rindukan Dia.

Doa
Bawa kami senantiasa untuk dekat kepada-Mu ya Tuhan, dan tidak pernah melupakan kehadiran-Mu setiap hari. Dalam nama Yesus. Amin

Related Posts:

POTENTIAL

Yohanes 12:24 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

Matius 13:32 “Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."

POTENSI adalah benih atau sesuatu yang punya possibility/kemungkinan untuk bisa berkembang untuk bisa menjadi baik. The possibility of becoming something. Penulis percaya bahwa potensi yang TUHAN berikan dalam hidup kita tidak ada yang terlambat. Nothing is too late dalam potensi yang Allah taruh dalam kehidupan kita. Saya percaya bahwa Tuhan telah menaruh banyak benih yang baik, yang luar biasa dalam setiap kehidupan kita. Entah kita sadari atau tidak, benih itu sudah ada dalam kehidupan kita. 
“KITA ADALAH ORANG YANG PENUH POTENSI!”

Back to Yohanes 12:24
Ketika benih itu ditaruh didalam tanah, maka benih itu mengalami sesuatu yang ngga enak. Dan saya percaya bahwa sebelum segala sesuatu itu bertumbuh/growing, pasti mengalami hal-hal dimana Tuhan mau kita dalam keadaan yang SIAP untuk grow. Seperti benih yang harus jatuh ke atas tanah terlebih dahulu, sebelum kita grow kita akan mengalami hal-hal seperti benih ini. Dia mungkin mengalami kesendirian dibawah, kemudian masuk ke dalam tanah, dia mengalami kegelapan disana, dan kemudian dia ngga mengerti kenapa kendala-kendala terjadi dalam kehidupannya.

Ketika ada pressure, ketika ada tekanan, ketika ada kendala disekeliling kita maka justru potensi ilahi dalam kehidupan kita akan bisa bertumbuh. Tanpa tekanan maka ngga ada value yang dapat dibentuk, ga ada nilai yang bisa dibentuk dalam kehidupan kita. Benih itu harus jatuh dulu ke tanah, masuk ke dalam tanah, mengalami pressure demi pressure demi pressure… Tetapi justru disitulah potensi benih ini akan tumbuh dan berkembang.

“OUR OPPOSITION IS OUR OPPORTUNITY”

Guys, kalau ada tantangan, kalau ada challenge maka disana juga ada sebuah kesempatan. Quote says, “New level brings new devil.” Sederhananya adalah kalau kita mau naik kelas, pasti ada challenge yang baru. Kalau kita mau diupgrade sama Tuhan, kita harus siap dengan test yang baru.

Dulu seringkali saya melihat banyak hal sebagai suatu masalah/problem, sekarang saya mulai melihat itu semua sebagai kesempatan Tuhan untuk menumbuhkan saya. Ketika seseorang level up, maka dia akan diijinkan Tuhan untuk menghadapi perkara-perkara yang belum pernah dia temui sebelumnya supaya kita naik kelas dalam  kehidupan kita.

“KESEMPATAN SERINGKALI DIBUNGKUS DENGAN PERLAWANAN”

Didalam setiap opposition terdapat opportunity. Dan opportunity seringkali dibungkus dengan perlawanan. Jadi orang yang berani!
Sering banget kita nyanyi... “Kita lebih daripada pemenang!”. Kalau kita lebih dari pemenang, kita harus biasa terima challenge. Karena pemenang itu biasa terima challenge/tantangan!

Saya berdoa agar setiap kita menjadi orang-orang yang berani menghadapi tantangan/challenge!


Related Posts:

APA SAJA YANG DIPERBUATNYA BERHASIL

Bacaan Alkitab: Mazmur 1:1-6 
1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
1:4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
1:6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Melalui Mazmur ini, Raja Daud mengajarkan kebenaran bahwa penentu dari keberhasilan adalah Tuhan. Daud menjelaskan adanya tiga karakter orang yang tidak akan mendapatkan berkat keberhasilan dari Tuhan, yaitu: 

• Fasik – dalam terjemahan King James Version dipakai kata UNGODLY, yang berarti Tidak ber-Tuhan, yang artinya orang tersebut tidak pernah melibatkan Tuhan dalam setiap keputusannya dan dalam segala aspek hidupnya. 
• Berdosa – adalah orang yang mendedikasikan hidupnya untuk kejahatan. 
• Pencemooh – adalah orang yang menempatkan dirinya untuk melawan Tuhan dan Firman-Nya. 

Daud berkata, bahwa orang yang tidak berjalan menurut “nasehat” orang fasik, tidak “berdiri di jalan” orang berdosa dan tidak “duduk” dalam kumpulan pencemooh, layak untuk disebut BERBAHAGIA. 
Sedangkan orang yang memiliki ketiga karakter itu akan berakhir seperti yang dikatakan dalam Mazmur 1:4-6.


• Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang diiupkan angin. 
• Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; 
• sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. 

Karena itu, pastikanlah setiap hari kita tetap berada di jalan Tuhan, hidup sesuai dengan Firman Tuhan dan bertekad untuk membangun kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, karena dengan hal itulah TUHAN menjadi ALLAH kita. 

Doa 
Bapa terima kasih buat penyertaan-Mu sehingga apapun yang kami kerjakan selama ini Kau buat 
menjadi berhasil. Dan kami mengucap syukur di setiap situasi sulit yang pernah terjadi, Engkau selalu menolong kami. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin

Related Posts: